Selamat Datang Di Blog Saya

Kamis, 17 April 2014

Kaisar Hirohito



Hirohito (lahir di Puri Aoyama, Tokyo, Jepang, 29 April 1901 – meninggal di Tempat Fukiage, Tokyo, 7 Januari 1989 pada umur 87 tahun) adalah kaisar Jepang yang ke-124. Dalam sejarah Jepang dia adalah Kaisar terlama yang memerintah (1926-1989) dan merupakan salah satu tokoh penting pada masa Perang Dunia II dan pembangunan kembali Jepang.

Biografi

Hirohito pada tahun 1928Hirohito dilahirkan di Puri Aoyama, Tokyo pada tanggal 29 April 1901. anak pertama dari Kaisar Yoshihito (Taisho) dan Ratu Sadako (Teimei), dan kakak dari Pangeran Yasuhito Chichibu (1903-1953), Pangeran Nobuhito Takamatsu(1905-1987) serta Pangeran Takahito Mikasa (1915- ). Sebelum naik takhta ia dikenal sebagai Pangeran Michi (Michi-no-Miya). Masa kekuasaannya sebagai kaisar dikenal sebagai era Showa yang berarti damai, cerah budi. Namun ironisnya, justru pada saat itu, Jepang terlibat perang melawan RRC dan akhirnya dalam Perang Dunia II. DiIndonesia, ketika masa pendudukan Jepang (1942-1945) Hirohito dikenal sebagai Tenno Heika yang berarti "Yang Mulia Kaisar".
Hirohito mengenyam pendidikan awal di Gakushuin Peer's School dari April 1908 hingga April 1914, kemudian mendapatkan pendidikan khusus untuk putra mahkota (Togu-gogakumonsho) di Istana Akasaka dari tahun 1914 sampai Februari 1921. Mendapatkan karier sebagai letnan andsub-lieutnant (1st class) 9 Desember, 1912 pada Angkatan Darat Kekaisaran, kapten dan letnan (31 Oktober 1916, mayor dan wakil komandan (31 Oktober 1920)letnan kolonel dan komandan (31 oktober] 1923) dan kolonel dan komandan Angkatan Laut Kekasairan (Kaigun) (31 Oktober 1924). Ia diangkat menjadi putra mahkota secara resmi pada tanggal 16 November 1916. Pada tahun 1922 ia mengadakan kunjungan ke Inggris dan sejumlah negara negara Eropa. Kunjungan ini dianggap kelompok sayap kanan kontroversial sehingga menewaskan Perdana Menteri Hamaguchi.
Hirohito memiliki pengetahuan tentang penelitian biologi laut dan beberapa hasil penelitiannya dituangkan dalam sejumlah buku di antaranya The Opisthobranchia of Sagami Bay dan Some Hydrozoans of the Amakusa Islands.
Hirohito menikah dengan Putri Nagako, putri sulung Pangeran Kuniyoshi pada tanggal 26 Januari] 1924 dan dikaruniai 7 orang anak, Putri Teru Shigeko (1925-1961, Putri Hisa Sichiko(1927-1928), Putri Take Kazuko (1929-1989), Putri Yori Atsuko(1931- ), Pangeran Akihito (1933- ), Pangeran Hitachi Masahito (1935 - ), Putri Suga Takako (1939 - ).
Ia dinobatkan menjadi kaisar pada tanggal 25 Desember 1926 setelah ayahnya Kaisar Taisho meninggal, dilantik secara resmi 10 November,1928, di Kyoto.

Masa bertakhta

Pada masa ia bertakhta, Hirohito menyaksikan pertentangan di dalam negeri dan peperangan yang diawali dengan kericuhan di dalam negeri akibat pertentangan antara kelompok moderat dengan golongan kanan ultranasionalis yang disokong militer khususnya Angkatan Darat sebagai kekuatan terbesar pada saat itu. Akibatnya sejumlah pejabat tinggi, pengusaha dan tokoh-tokoh penting negara terbunuh dan puncaknya adalah insiden militer 26 Februari 1936, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Saburo Aizawa serta 1500 prajurit. Peristiwa ini juga melibatkan pangeranYashuhito Chichibu sehingga Kaisar Hirohito sendiri turun tangan dan memerintahkan pasukan Angkatan Bersenjata kekaisaran untuk menyelesaikan hal ini dan memastikan loyalitas dari seluruh keluarga kekaisaran. Meskipun demikian diam-diam insiden ini "direstui" oleh kalangan pimpinan Angkatan Darat terutama dari kalangan ultranasionalis. Oleh karena itu pada tahun 1930, klik ultranasionalis dan militer menguasai pimpinan pemerintahan.
Akhirnya, pada masa kekaisaran Hirohito Jepang tercatat terlibat peperangan di antaranya Insiden Manchuria 1931, Insiden Nanking 1937, dan Perang Dunia II dengan melancarkan serangan atas Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour 9 Desember 1941.

Hari Yang Terpanjang dan Akhir Perang

Menjelang akhir perang (1945), Jepang sudah praktis kalah perang. Angkatan Lautnya bisa dikatakan hampir habis dan Angkatan Daratnya kewalahan. Namun pihak Angkatan Darat masih ingin melanjutkan peperangan. Rapat 6 Besar (Angkatan Darat Jendral Umezu,Angkatan Laut Admiral Toyoda, Kementrian Peperangan Jendral Korechika Anami, Menteri Luar Negeri Shinegori Togo, Perdana Menteri Suzuki Kantaro, Kementrian Angkatan Laut Admiral Yonai Mitsumasa) macet. Muncul pula ancaman pemberontakan komunis yang dikhawatirkan beberapa pejabat teras kekaisaran. Lambannya penanganan masalah ini ditambah dengan dijatuhkannya bom atom di Hiroshima (6 Agustus 1945), Nagasaki (9 Agustus 1945) serta pernyataan perang Uni Soviet (yang sebelumnya netral karena perjanjian Molotov-Matsuoka dengan batas akhir April 1946) sesaat setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, membuat Kaisar memerintahkan untuk menghentikan peperangan pada konfrensi 6 Besar yang dikatakan pada tanggal 10 Agustus 1945:
"Meneruskan peperangan hanya akan menambah kesengsaraan rakyat Jepang, kondisi negara tidak akan mampu untuk bertahan cukup lama dan kemampuan mempertahankan persisir pantai saja sudah diragukan. Sangat sulit melihat tentara yang setia dilucuti ..tetapi saatnya untuk menanggung apa yang tidak tertanggungkan. Saya menyetujui proposal untuk menerima proklamasi Sekutu (Potsdam) yang garis besarnya ada di menteri luar negeri"
Karena desakan kaisar inilah akhirnya Jepang menyatakan menyerah pada tanggal 14 Agustus 1945.

Kaisar setelah perang

Setelah Perang Asia (Dai Toa Senso) selesai, banyak desakan agar kaisar Hirohito diadili sebagai penjahat perang. Ada banyak keterangan kontroversial mengenai keterlibatannya dalam perang baik sebelum maupun pada saat Perang Dunia II. Di antaranya adalah David Bergammi dalam bukunya Japan Imperial Conspiracy yang mengatakan bahwa kaisar terlibat dalam perencanaan perang. Namun banyak pula yang tidak setuju dengan alasan bahwa dia hanyalah sebagai simbol dan pemimpin agama sebagaimana kaisar-kaisar periode sebelumnya Shogun sekalipun pada saat itu berkedudukan sebagai komando tertinggi.
Menteri Peperangan Amerika Serikat Henry Stimson mengatakan "Tidak menurunkan kaisar Jepang dari takhtanya akan memudahkan proses penyerahan dan menghindarkan peperangan yang dapat merugikan khususnya pasukan pendudukan, yang kita lakukan terhadap Kaisar Jerman pasca Perang Dunia I sehingga publik menganggap kaisar Jerman adalah musuh, setan (devil), mengakibatkan kekosongan kekuasan dan tata pemerintahaan di wilayah itu sehingga memunculkan Adolf Hitler".
Sekalipun banyak desakan dari berbagai pemimpin dunia agar Kaisar Hirohito diadili, termasuk diantaranya Presiden Amerika Serikat Harry S Truman meskipun akhirnya Presiden Trumman setuju untuk mempertahankan kedudukan kaisar. Panglima pendudukan, Jendral Douglas McArthur juga tetap menempatkan Hirohito pada tahtanya sebagai simbol dan memperlancar pembangunan kembali Jepang dan simbol keterpaduan Kaisar dengan rakyatnya terutama pada masa pendudukan. Kedudukan Kaisar pada takhtanya didasarkan pada konstitusi baru yang diterapkan 3 Mei 1947 yang dinamakan Konstitusi Jepang 1947 atau konstitusi pasca perang yang menetapkan kaisar sebagai lambang atau simbol dan kepala negara sebagaimana kerajaan atau monarki konstitusional. Konstitusi ini menggantikan Konstitusi Jepang 1889 pada era Meiji dimana kaisar sebagai pemegang komando dan kekuasaan tertinggi.
Kaisar Hirohito menyaksikan kemajuan pembangunan Jepang pasca-perang. Ia mengunjungi kembali beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat dan bertemu Presiden Richard Nixon pada tahun 1971.

Wafatnya

Kaisar Hirohito meninggal pada tanggal 7 Januari 1989 akibat penyakit kanker usus dua belas jari (duodenum) yang dideritanya. Pemakaman kenegaraannya dihadiri oleh para pemimpin dunia di antaranya Presiden Amerika Serikat George Bush, Presiden Perancis Francois Mitterand, HRH Duke of Edinburgh dari Inggris, dan Raja HM Baudouin dari Belgia, pada tanggal 24 Februari 1989. Jenazahnya dimakamkan di Mausoleum Kekaisaran Musashino, di samping makam Kaisar Taisho. Kedudukannya digantikan oleh Putra Mahkota Akihito.

Galeri

Selasa, 15 April 2014

Museum Doraemon

Familiar dengan lagu di atas? Mungkin anda sama seperti saya, tumbuh dan besar dengan cerita-cerita Doraemon, yang memungkinkan daya khayal kita tumbuh tinggi tanpa batas.
Zaman saya kecil, komik Doraemon itu salah satu bacaan favorit selain rajin menonton film kartunnya di televisi. Sampai sekarang pun rasanya saya masih menikmati cerita-cerita Doraemon terutama seri Doraemon Petualangan.
Hanya di seri Doraemon Petualangan, Nobita tiba-tiba menjadi keren dan berubah jadi sosok pahlawan! Saya pun sering berandai-andai, jika saja pintu ke mana saja itu nyata, alangkah menyenangkan. Tinggal sebut mau ke mana, dalam sekejap mata bisa sampai. Ah, Doraemon…

Museum Fujiko F. Fujio

museum fujiko f fujio
Museum Fujiko F. Fujio yang juga dikenal sebagai Museum Doraemon berada di Kawasaki City . Kebetulan letaknya juga tidak terlalu jauh dari Tokyo. Sudah tersedia shuttle bus khusus yang dengan mudah diakses di stasiun setempat.
Perlu diingat tiket masuknya tidak dijual langsung di museum hanya dijual di Lawson yang ada di Jepang, sesampainya di Jepang sebaiknya langsung menuju Lawson terdekat untuk pemesanan tiket, agar tidak kehabisan.
Pihak museum membatasi jumlah tiket setiap jamnya untuk memberikan kenyamanan terhadap pengunjungnya. Karena minat wisatawan yang tinggi, disarankan memilih untuk berkunjung pada weekdays (note: setiap hari Selasa museum ini tutup). Harga tiketnya 1000 Yen (kurs: Rp. 116) / Rp. 116.000 per orang.
Museum ini merupakan sebuah wujud penghormatan terhadap Profesor Fujiko F. Fujio, manga artis yang melahirkan salah satu tokoh yang paling dicintai semua orang di seluruh dunia: Doraemon!
Kenapa dibangun di Kawasaki-City, karena di kota inilah semasa hidupnya beliau banyak menelurkan karya-karya terbaiknya seperti P-Man, Doraemon, dll.

Peta Untuk Menuju Museum Doraemon

peta
Tempat ini cukup mudah dicapai dari Tokyo — ambil jurusan kereta ke stasiun Noborito, dan tinggal naik shuttle bus khusus yang siaga di depan stasiun dengan tarif 200 Yen (kurs:Rp. 116) / Rp. 23.200 sekali jalan.
Saran saya, jika ada kesempatan mengunjungi Museum Fujiko F Fujio, lebih baik berjalan kaki saja dari stasiun hingga ke museumnya, karena akan banyak hal yang menarik sepanjang jalan menuju museum. Toh lokasi museum tidak terlalu jauh dari stasiun. Sejak turun dari Stasiun JR Noborito sudah dihibur oleh Doraemon mini yang tersenyum. Nah? Apa saja yang bisa ditemui di sepanjang perjalanan menuju Museum Fujiko F Fujio?
doraemon
Doraemon yang tersenyum manis ini bisa langsung terlihat sejak keluar dari Stasiun JR Noborito. Patung doraemon ini juga bisa digunakan sebagai penanda kalau sudah keluar dari pintu stasiun yang benar.
jembatan doraemon
Lihat apa yang saya temukan? Siapa yang terlihat seperti sedang berlari ini? Ada yang tahukah teman – teman semua dia itu siapa?
jalan ke museum
Jalan menuju ke museum. Di tengah jalan bertemu sepasang remaja yang juga menuju museum Doraemon, mengingatkan saya akan Nobita dan Shizuka.
doraemon dan teman-teman
Kalau enam karakter yang sedang berlari ini tentu sudah pada tahu dong? siapa mereka?

Masuk ke dalam Museum Fujiko F. Fujio

Penampakan Museum Fujiko F. Fujio
Sudah sampai di depan Museum Fujiko F. Fujio. Tampak depan museum yang modern.
antri di depan museum
Waktunya antri untuk masuk ke dalam museum sesuai waktu yang telah tertera di tiket. Untuk masuk kedalam museum, hanya ada 4 jadwal saja dalam sehari, yaitu pada jam 10:00, 12:00, 14:00, 16:00 waktu Jepang. Alasan mereka adalah untuk memaksimalkan pengunjung dalam menikmati karya Fujiko F Fujio sensei di dalam museum.

Hal yang harus diperhatikan

Sebelum masuk ke area museum, kita akan dibekali dengan pemandu audio elektronik dengan pilihan bahasa Jepang atau bahasa Inggris. Oh iya, tidak diperbolehkan membawa makanan, minuman. Demi melindungi karya-karya Fujiko F. Fujio, museumnya sendiri menerapkan peraturan tidak boleh mengambil foto di tempat yang sudah ditentukan, seperti main hall. Kalau tidak salah, konon lampu blitz cukup berpengaruh pada kondisi kertas.
Mereka memang sangat hati-hati sekali menjaga beberapa sketsa asli yang dipajang, bahkan lighting di dalam museum sudah diatur sedemikian rupa sehingga tidak merusak/ mempengaruhi keasaman kertas.
Selain diberi audio guide mengenai perjalanan hidup Prof Fujiko F. Fujio sebagai manga artist, kita juga dapat melihat replika ruang kerjanya serta beberapa insight dan trivia mengenai proses pembuatan karya-karyanya.
Mungkin orang-orang yang berkunjung ke museum ini sebelumnya lebih mengenal sosok ‘Doraemon’, namun setelah mengikuti audio guide ini dijamin akan semakin mengagumi sosok mastermind di baliknya, Prof. Fujiko F. Fujio. Salut juga untuk Jepang yang mampu menghargai profesi manga artist sebagai ‘aset negara’ di bidang kreatif.
Museum ini sendiri memiliki 3 lantai yang mana 2 lantai pertama merupakan ruang pamer dan lantai yang paling atas ialah ruangan terbuka yang dilengkapi dengan kafe dan restoran.
Tempat yang diperbolehkan untuk foto-foto adalah Reading Room – perpustakaan yang isinya semua komik karya Prof. Fujiko F. Fujio, (sayangnya berbahasa Jepang ) yang disatukan dengan ruang bermain. Tidak boleh dilewatkan juga berfoto dengan patung-patung yang ada di taman lantai atas: Doraemon, Pintu Kemana Saja, dll.

Depan Museum

miniatur doraemon, nobita, dan giant
Di depan museum kita udah disambut mainan miniatur Doraemon dan kawan-kawan
Suneo dan Shizuka
Suneo dan Shizuka
pisuke
Kalau yang ini adalah karakter si mangaka Fujiko F Fujio dengan salah satu karakter dinosaurus di Doraemon Petualangan : Doraemon dan dinosaurus Nobita, nama dinosaurusnya Pisuke.

Play Ground

pisuke, nobita, dan doraemon
Patung Doraemon, Nobita dan Piisuke.
lapangan
Lapangan bermain yang biasa digunakan karakter-karakter di Doraemon.
doraemon di lapangan
Lucu yah Doraemonnya
dorami
Dorami, adik Doraemon
pintu ke mana saja
Pintu Ke Mana Saja
pintu-ke-mana-saja
p-man
P-Man

Lounge Room

lounge room
Lounge room lumayan luas untuk dinikmati atau untuk sekedar beristirahat saja.
reading room
Oh iyaa, yang kebetulan berkesempatan mengunjungi museum doraemon, boleh juga loh ikut membaca komik karangan Fujiko F Fujio di ruangan ini
manga doraemon
Cumaaan… ya gitu, semua komiknya berbahasa jepang hehee… harus bisa baca tulisan berbahasa jepang yaa!
doraemon complete series
Komik Doraemon lengkap banget disini!
dorayaki
Dorayakiii…
bioskop doraemon
Di lounge room juga terdapat akses menuju bioskop mini yang memutar film tentang karakter buatan komikus Fujiko F Fujio, yang tidak bisa ditemukan di belahan dunia manapun, kecuali di Museum Fujiko F Fujio ini.
kantong ajaib
Atau anda bisa juga bermain main dengan kantong ajaib doraemon yang ada di mesin interaktif berlayar sentuh ini..
Gashapon
Atau mau mencoba gacha – gacha (Gashapon) Doraemon ini? 200 Yen sekali mencoba ?

Kafetaria Museum

Gian Soft Cream
Tertarik mencoba “Gian Soft Cream”?
makanan di museum doraemon
Wahh makanannya juga bentuknya Doraemon..
kopi latte
Hmmm… latte dengan dihiasi seni karakter Doraemon, P-Man dll
dorayaki
Dorayaki

Tempat Souvenir

aksesoris doraemon
Inilah ruangan untuk berburu pernak – pernik lucu yang ada karakter Doraemon di museum Fujiko F Fujio
Cinderamata Doraemon
Cinderamata Doraemon

Studio Tempat Fujiko F. Fujio Membuat Doraemon

manga studio
Tempat favorit Fujiko F. Fujio ketika membuat manga doraemon
manga original doraemon
Karya original dari Fujiko F. Fujio
rak buku
Rak buku
original manga doraemon
Ruang tempat menampilkan hasil karya original dari Fujiko F. Fujio

Untuk pulangnya baru kita naik bus, bus nya super duper lucu !

museum bus
kawasaki city bus
Ini dia Bus nya yang akan membawa penumpang ke Museum Fujiko F. Fujio dan juga kembali ke Stasiun Noborito
bus doraemon
Suasana dunia Doraemon juga terasa di dalamnya
interior dalam bus
Interior di dalam bus juga dihiasi penuh oleh ornamen Doraemon.
baling baling bambu
Baling-baling bambu
nostalgia dengan doraemon
Bernostalgia dengan semua cerita-cerita Doraemon yang dulu sering menemani kita. Menghidupkan kembali mimpi-mimpi semasa kecil dulu. Doraemon merupakan anime terkenal dan abadi.